
UMP DKI Jakarta
UMP DKI Jakarta naik 4,5 % menjadi Rp. 1.118.009,- dan akan mulai berlaku efektif tanggal 1 Januari 2010.
Kenaikan itu didasarkan atau mengacu pada :
1. KHL th 2009 sebesar : Rp. 1.317.710,-
2. Asumsi pertumbuhan ekonomi 4.5%
3. Asumsi inflasi Januari-Desember 2009 sebesar 2,75%
4. Target pencapaian KHL 2010 sebesar 84,84%
5. Asumsi angkatan kerja tahun 2010 sebesar 2 % dari 4.852.668 dengan perkiraan tingkat pengangguran 12,6%.
UMP Jawa Barat 2010
Sebagaimana dilansir berbagai media massa, untuk tahun 2010 Gubernur Jawa Barat tidak akan menetapkan UMP sebagai mana tahun tahun sebelumnya.
Alasan Gubernur Jawa Barat tidak menetapkan UMP 2010 karena selama ini tidak ada UMK yang ditetapkan sama atau dibawah UMP, sehingga Gubernur tidak perlu lagi menetapkan UMP. Gubernur mencontoh pada propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah lebih dulu menghilangkan UMP.
Untuk selanjutnya Gubernur meminta Bupati dan Walikota se-Jabar untuk menetapkan UMK masing-masing dengan memakai acuan pada rekomendasi Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota dan KHL masing-masing Kabupaten/Kota.
Inilah beberapa informasi KHL serta UMK Bandung dan dan beberapa kota di Jawa Barat:
UMK Kodya Bandung
Bisa diprediksi bahwa UMK Kodya Bandung diperkirakan naik 10%. Dengan asumsi laju inflasi Kodya Bandung sebesar 4%. Untuk tahun 2010 KHL Kodya Bandung sebesar Rp. 1.197.493,- artinya KHL ini naik 7% dari KHL tahun 2009 yang sebesar Rp. 1.118.687,-
UMK Kab Bandung
Masih saling tarik menarik antara buruh dan pengusaha menyebabkan belum ada kesepakatan terkait besaran UMK Kab.Bandung.
Berdasarkan info sebelumnya bahwa KHL Kab Bandung adalah sebesar Rp. 1.000.950,- , namun kemudian berubah lagi setelah dilakukan survey pasar yakni menjadi Rp. 1.053.000,-
Saat ini perwakilan pengusaha meminta UMK ditetapkan sebesar Rp. 1.030.280,- namun pekerja menuntut sebesar Rp. 1.041.500,-. Nilai ini menurut pekerja adalah jalan tengah antara nilai yang diinginkan pengusaha dan nilai hasil survey.
Sepertinya Rp. 1.030.280, – akan dipastikan menjadi UMK Kab.Bandung 2010 mengingat pihak pengusaha dan pemerintah serta sekelompok serikat pekerja telah menyepakatinya.
UMK Cimahi
KHL Cimahi ditetapkan sebesar Rp. 1.107.340,- besaran ini terhitung naik sebesar 0.9% (Rp. 5.584,-) dari KHL tahun 2009 yakni senilai Rp. 1.101.720,-
Buruh mendesak agar UMK ditetapkan sebesar Rp. 1.140.523,- ini didasarkan pada asumsi Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Cimahi, sedangkan pengusaha berharap UMK ditetapkan sebesar Rp. 1.029.793,-
UMK Kab.Bandung Barat
Di Kab.Bandung Barat juga persoalan KHL masih terus bergulir, KHL tahun 2010 di Kab.Bandung Barat ini justru turun 4.8% dari tahun 2009 atau turun sebesar Rp. 53.714,- . KHL tahun 2010 ditetapkan sebesar Rp. 1.113.017,- sedangkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 1.166.731,- .
Oleh karena perbedaan tersebut, maka pekerja menuntut ditetapkan KHL lagi menjadi sebesar Rp. 1.227.880,- menurut alasan pekerja nilai sebesar itu didapat dari 3 indikator yaitu, bahwa pada tahun 2009 inflasi sebesar 4 %, laju pertumbuhan ekonomi sebesar 3.32%, dan prediksi kenaikan inflasi tahun 2010 sebesar 3%.
Oleh karena berlarut larutnya persoalan penetapan KHL ini, maka UMK Kab.Bandung Barat sampai saat ini masih belum ada kejelasan, namun buruh di Kab.Bandung Barat tetap menuntut bahwa UMK Kab.Bandung Barat ditetapkan sama dengan KHL versi buruh yakni sebesar Rp. 1.227.880,-
UMK Kab. Purwakarta
UMK Kab.Purwakarta sudah bisa dipastikan naik sebesar 6.04 % menjadi Rp. 890.000,-, sedangkan untuk sektor usaha tertentu kenaikannya justru lebih tinggi yakni sebesar 8.02% menjadi Rp. 1.015.000,-
UMK Kab. Cirebon
UMK Kab. Cirebon untuk tahun 2010 mengalami kenaikan cukup signifikan yakni sebesar Rp. 10.55% menjadi Rp. 825.000,- yang sebelumnya th 2009 hanya sebesar Rp. 746.000,-.
Nilai UMK sebesar Rp.825.000 sebenarnya baru meraih angka pencapaian KHL sebesar 94% dari nilai KHL Kab.Cirebon sebesar Rp. 876.960,-
UMK Kab Sumedang
Nilai KHL tahun 2010 Kab. Sumedang berdasarkan hasil survey adalah sebesar Rp. 1.070.200,-
Sampai aat ini belum diketahui berapa besaran UMK yang akan ditetapkan.
UMK Kab.Bogor
Sama seperti di daerah lain, di Kab.Bogor penetapan UMK masih jadi persoalan. KHL Kab.Bogor tahun 2010 adalah sebesar Rp. 1.056.914,- ini berarti naik sebesar 6% dari UMK tahun 2009 yang sebesar Rp.991.714,-.
Saat ini buruh di Kab.Bogor menuntut besaran UMK ditetapkan sebesar Rp. 1.078.000,- dengan asumsi KHL ditambah perkiraan inflasi sebesar 2,2%.
UMK Kota Bekasi
UMK Kota Bekasi ditetapkan sebesar Rp. 1.089.000,- sementara angka KHL nya adalah sebesar Rp. 1.225.000,-.
UMK sebesar ini menurut para pekerja di kota Bekasi jauh dari cukup, angka KHL Kota Bekasi menurut para pekerja seharusnya adalah senilai Rp.1.250.430,- bukan Rp. 1.225.000,- nilai KHL tersebut mengacu pada data BPS bahwa laju inflasinya adalah sebesar 1.94%.
UMK Kab. Karawang
Boleh dibilang UMK di Kabupaten Karawang, sudah final dengan KHL sebesar 1.262.000,-
UMK Karawang Tahun 2010 ditetapkan dengan rincian sbb: untuk UMK non Industri naik sebesar 4.99% dari Rp.1.058.181,- menjadi Rp. 1.111.000,-, UMKU I naik 5.08% dari Rp. 1.081.778,- menjadi Rp.1.135.778,-, UMKU II naik 6.17% dari Rp.1.134.906,- menjadi Rp.1.205.000,-, UMKU III naik 8% dari Rp.1.185.900,- menjadi Rp.1.280.772, sedangkan untuk sektor Tekstil Sandang dan Kulit naik 3.3% menjadi Rp.1.117.500,-
Ditulis oleh mantanburuh 
Ditulis oleh mantanburuh 
Ditulis oleh mantanburuh 